Wolves W88 2-1 Manchester United: Raul Jimenez dan Diogo Jota mengirim Wolves ke Wembley

Wolves W88 mencapai semifinal Piala FA untuk pertama kalinya sejak 1998 ketika Manchester United tersingkir 2-1 di Molineux, Sabtu.

Itu adalah penampilan cemerlang dari tim Nuno Espirito Santo, yang meningkatkan intensitas mereka di babak kedua dengan Raul Jimenez (70) dan Diogo Jota (76) meraih tujuan yang sangat penting.

VAR digunakan dan membalik kartu merah untuk Victor Lindelof (80) setelah tekel keras pada Jota di tepi lapangan.

Peringkat Pemain
Serigala: Ruddy (7), Coady (8), Boly (8), Jonny (8), Doherty (8), Neves (7), Dendoncker (7), Saiss (8), Moutinho (8), Jota (8) ), Jimenez (8)

Subs: Traore (N / A), Costa (N / A)

Man Utd: Romero (8), Dalot (6), Lindelof (5), Smalling (6), Shaw (6), Herrera (6), Matic (6), Pogba (5), Lingard (6), Rashford ( 6), Martial (4)

Subs: Pereira (6), Mata (N / A), McTominay (N / A)

Pemain terbaik: Raul Jimenez

Wolves W88 sekarang bermimpi memenangkan trofi pertama mereka sejak 1980 bersama Watford, Manchester City dan salah satu dari Millwall dan Brighton menunggu mereka di semi final.

Para pengunjung mendominasi penguasaan bola di babak awal tanpa melukai tuan rumah – pola yang membosankan selama 45 menit pembukaan yang membosankan.

Nuno Espirito Santo mengatakan pendukung Wolves W88 di Molineux membantu timnya mengatasi Manchester United 2-1 di perempat final Piala FA
Peluang terbaik Wolves W88 datang tiga menit sebelum jeda ketika Jota dimainkan oleh Ruben Neves tetapi Sergio Romero – sangat bagus – membuat blok yang bagus.

Jimenez memaksa penyelamatan spektakuler satu tangan dari Romero tepat setelah turun minum, kiper bereaksi cepat untuk mengarahkan bola ke mistar gawang.

United ada di sana untuk mengambil dan Wolves W88 memanfaatkan kesempatan mereka dengan 20 menit tersisa.

Joao Moutinho mengeluarkan tiga pemain United dengan kualitas turun ke kiri dan menemukan Jimenez, yang melepaskan tembakan rendah ke gawang setelah diberi terlalu banyak ruang.

Enam menit kemudian, pertandingan berakhir ketika Jota mengungguli Luke Shaw pada serangan balik dan melakukan upaya rendah melewati Romero di tiang dekat.

Perkenalkan Bek 16 Tahun The Reds, Ki-Jana Hoever

Liverpool memang tersingkir cepat dari Piala FA 2018/2019. Tapi, laga babak ketiga ini terasa spesial untuk bek muda The Reds, Ki-Jana Hoever.

Jelang duel kontra Wolverhampton Wanderers di Molineux Stadium, Selasa (8/1/2019) dini hari WIB, media-media lokal Liverpool kencang memberitakan soal kemungkinan debut bek lulusan akademi klub itu, Hoever. Maklum, Hoever baru berusia 16 tahun dan belum sekalipun debut di tim senior sebelumnya.

Nama Hoever harum di kancah persepakbolaan level usia muda di Inggris setelah tampil bagus di ajang UEFA Youth League musim ini. Di tengah badai cedera yang menimpa sektor belakang, mau tak mau Hoever dipromosikan lebih cepat ke tim senior.

Hoever pun mendapat kesempatan berlatih dengan para bintang Si Merah selama beberapa hari secara intens dan namanya pun masuk daftar tim yang tampil melawan Wolves.

“Saya tidak yakin apa yang Anda bakal katakan jika dari awal saya memasang Fabinho dan Ki-Jana; mungkin ada beberapa orang pintar yang bilang bahwa saya tidak menghormati kompetisi ini atau apapun itu,” ujar Klopp di BBC.

Ya, Klopp pun mau tak mau menurunkan lebih cepat Hoever ketika Dejan Lovren mengalami cedera hamstring di menit keenam dan harus ditarik keluar. Meski cuma menghadapi Wolves, Hoever sangat hijau karena belum punya pengalaman menghadapi para pemain level pro.

Perkenalkan Bek 16 Tahun The Reds, Ki-Jana HoeverFoto: Carl Recine/Reuters

Apalagi melihat hasil pertandingan di mana Liverpool kalah 1-2 dan tersingkir, munculnya Hoever dipertanyakan. Tapi jangan salah, Hoever ternyata tidak canggung dan justru bermain bagus bareng Fabinho di jantung pertahanan.

Liverpool Kalah karena Kehilangan Ritme

Liverpool tersingkir dari Piala FA usai kalah dari Wolverhampton Wanderers. Juergen Klopp menyebut kekalahan ini karena timnya kehilangan ritme permainan.

Liverpool takluk 1-2 di Molineux Stadium, Selasa (8/1/2019) dinihari WIB pada laga babak ketiga Piala FA. Sempat menyamakan lewat Divock Origi usai dibobol Raul Jimenez, Liverpool tak bisa menghindari kekalahan usai kemasukan gol Ruben Neves.

Klopp langsung menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Faktor paling berpengaruh adalah perubahan besar-besaran di susunan pemain.

Manajer asal Jerman itu melakukan sembilan perubahan, dari starter yang diturunkannya saat menghadapi Manchester City di laga sebelumnya. Simon Mignolet mengawal gawang, lalu ada Albero Moreno, Fabinho, dan Rafael Camacho di posisi bek.

Dejan Lovren dipertahankan di posisi bek tengah, tapi lantas cedera dan digantikan di menit keenam oleh Ki Jana Hoever. Di tengah, James Milner didampingi Curtis Jones, Naby Keita, dan Xherdan Shaqiri.

Divock Origi dan Daniel Sturridge memimpin lini serang ‘Si Merah’. Nah, perubahan masif inilah yang diakui Klopp membuat tim kehilangan ritme bermain yang sesungguhnya.

Baca juga: Tersingkir dari Piala FA Bisa Jadi Berkah untuk Liverpool

“Ini tanggung jawab saya. Ini karena ritme tentu saja. Anda tahu mereka tak bisa mendapatkan ritme permainan yang tepat. Div (Divock), bisakah dia punya ritme yang tepat? Tidak juga. Daniel (Sturridge)? Mungkin sedikit. Alberto (Moreno)? Sama sekali tidak ada,” ujar Klopp dikutip Liverpool Echo.

“Dan itu tak membantu melawan sebuah tim seperti Wolves, yang mana kami hadapi di sini dua pekan lalu. Mereka sangat kuat, kami memang menang saat itu tapi pertandingannya sangat berat. Mereka tak berubah banyak dalam hal susunan pemain, jadi ini laga yang tak mudah,” imbuhnya.

Liverpool menang 2-0 atas Wolverhampton di tempat yang sama sebelum Natal kemarin. Tapi setelah itu jadwal padat membuat Klopp mau tak mau mengubah susunan starter.

Empat pertandingan dalam 14 hari, di antaranya menghadapi Arsenal dan City, memaksa dilakukannya rotasi. Bahkan setelah merotasi tim pun masih ada korban, dengan Lovren bermasalah dengan hamstring-nya.

“Kami banyak berubah karena harus melakukannya, bukan cuma karena saya mau melihat-lihat pemain lain. Masalahnya adalah kami bermain dengan susunan pemain yang sama di laga-laga yang sangat berat dalam beberapa pekan terakhir. Jadi jelas bahwa kami harus berubah,” tandasnya.

HAPPY HOUR PAYDAY

HAPPY HOUR PAYDAY

  1. Promosi hanya berlaku pada tanggal 28 Januari 2019 pukul 00:00 – 23:59 WIB.
  2. Isikan form dengan detail nama username anda.
  3. Dapatkan extra 10 poin rewards pada setiap total minimal deposit Rp. 100.000 ( berlaku akumulasi )
  4. Maksimum poin rewads yang bisa didapatkan adalah 200 poin.
  5. Member harus melakukan deposit pada jam dan tanggal yang disebutkan.
  6. Dikarenakan promosi ini diadakan pada hari Senin, member juga dapat mengikuti promosi happy hour normal ( 17-21 WIB ) dan point akan dikredikan double 130 point dan juga tambahan dari promosi ini akan tetapi jumlah deposit akan di hitung secara berbeda tidak disamakan. Contoh : Rp 300.000 pertama yang dilakukan di jam Happy hour normal dianggap masuk ke Happy Hour dan sisa deposit setelahnya dianggap ke promo ini.
  7. Promosi hanya berlaku untuk 88 member yang pertama klaim dan memenuhi syarat.
  8. Poin akan dikreditkan dalam 1×24 jam setelah promosi berakhir.

KLAIM DI SINI !

Dramatis Wolves Tekuk Leicester City 4-3

Laga seru terjadi ketika Wolverhampton Wanderers menjamu Leicester City di Molineux Stadium, dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.

Pada laga yang berakhir dramatis ini tercipta tujuh gol. Wolves akhirnya menang 4-3 lewat gol telat Diogo Jota tepatnya pada masa injury time babak kedua atau menit ke 90 + 3.

Tidak hanya jadi penentu kemenangan, pada laga ini Diogo Jota juga mencetak hattrikc masing-masing pada menit keempat menit ke-64 dan menit ke (90 + 3). Satu lagi gol Wolves dicetak oleh Ryan Bennett menit ke-12.

Sedangkan gol balasan Leicester City diciptakan oleh Demarai Gray menit ke-47, gol bunuh diri Coday menit ke-51 dan gol Wes Morgan menit ke-87.

Sebetulnya pada laga ini Leicester lebih menguasai bola hingga 54 persen. Namun peluang mereka kebih sedikit dari tuan rumah.

Hanya saja tanda-tanda kemenangan sudah diperlihatkan oleh Wolves ketika mampu mencetak gol cepat pada menit keempat. Menerima umpan terobosan dari Joao Moutinho lalu dengan tembakan kaki kanannya Diogo Jota menjebol gawang Leicester.

Wolves menjauh pada menit ke-12 lagi-lagi lewat umpan Joao Moutinho yang bisa dimanfaatkan oleh Ryan Bennett jadi gol.

Hanya saja setelah itu tidak ada lagi gol tercipta sehingga babak pertama berakhir dengan kedudukan 2-0.

Memasuki babak kedua, Leicester membalas ketika laga baru berlangsung dua menit. Demarai Gray dengan tembakan kaki kanan menjebol gawang Wolves usai menerima assist dari Jamie Vardy .

Leicester bahkan mampu menyamakan kedudukan menit ke-51 lewat gol bunuh diri karena Conor Coady salah mengantisipasi bola.

Namun Wolves kembali unggul menit 64 lewat gol kedua Diogo Jota usai memanfaatkan umpan terobosan Rúben Neves.

Luar biasa, Leicester kembali menyamakan kedudukan menit ke-87 jadi 3-3 setelah Wes Morgan mampu menyundul bola hasil tendangan bebas James Maddison .

Sepertinya laga akan berakhir imbang 3-3. Nyatanya laga ini milik Diogo Jota. Golnya pada masa injury time berhasil membawa Wolves menang 4-3.

Menerima assist dari Raul Jimenez lalu Diogo Jota dengan tembakan kaki kanannya menjebol gawang Leicester yang disambut gemuruh penonton tuan rumah. Tak lama kemudian wasit menipu pluit panjang. (b)